
Dalam dunia bola sepak, penalti bukan sekadar sepakan dari titik kecil.
Ia adalah perang saraf. Dan jika kita bercakap tentang perang saraf, Andrea Pirlo adalah “The Architect” yang memilki kekejaman yang disembunyikan di sebalik wajah baik dan pendiam.
Mari kita imbas kembali Euro 2012. Suku akhir antara Itali menentang England.
Situasinya tegang, di mana Itali sedang ketinggalan 2-1 dalam penentuan sepakan penalti selepas Riccardo Montolivo gagal menyempurnakan tugasnya.
Di itulah, Joe Hart berdiri dengan penuh keyakinan—melompat-lompat, mendepa tangan, dan melakukan segala macam “psy-war” untuk mengganggu fokus pemain Itali.
Hart terbuai buai dengan propaganda ‘It’s really coming home!’
Lalu, datanglah Andrea Pirlo. Tenang. Rambutnya rapi seolah baru keluar dari salon di Milan.
Bagi kebanyakan pemain, dalam tekanan sebegitu, mereka akan memilih untuk merembat sekuat hati atau mencari bucu gawang. Tapi tidak untuk Pirlo.
Dia…
Klik untuk baca artikel penuh.
Sumber: