Bahagian Media & Komunikasi Strategik, Pejabat Perdana Menteri (PMO) hari ini mengecam tindakan Meta menurunkan hantaran gambar di Instagram yang memaparkan perjumpaan Datuk Seri Anwar Ibrahim dengan pemimpin Hamas di Doha, Qatar, pada Mei lalu.
Dalam kenyataan rasmi PMO, tindakan Meta itu ternyata memperlihatkan diskriminasi pemilik platform media sosial itu terhadap situasi di Palestin dan pemimpin negara terbabit.
Baca Juga:
“Tindakan ini ternyata memperlihatkan diskriminasi terhadap situasi di Palestin dan pemimpin negara itu.
“Sehubungan itu, pihak kami menuntut penjelasan berhubung perkara ini, dan mendesak Meta memohon maaf,” kata PMO dalam satu kenyataan.
We condemned the actions of the Instagram platform provider, Meta, which took down the post of YAB Prime Minister, Dato’ Seri Anwar Ibrahim meeting with the leader of Hamas in Doha, Qatar last May. pic.twitter.com/fkCdQx5f5X
— Pejabat Perdana Menteri Malaysia (@MalaysiaPMO) July…
Klik untuk baca artikel penuh.
Sumber: